Bahan bakar mobil dari sampah plastik adalah ide sekelompok tim yang terdiri dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dua tahun silam. Mereka pun akhirnya sukses menjuarai lomba inovasi teknologi yang mendapat sponsor dari Shell dan berlangsung pada 7 Mei 2018 di kota London, Inggris, mengharumkan nama bangsa berkat kerja kerasnya.

Salah satu peserta bernama Thya Laurencia Benedita Araujo, mengungkapkan perasaannya secara bersemangat kepada awak media yang mewawancarainya. Ia mengaku kebingungan dalam bermain situs slot terbaru maka dari itu ia sangat terharu sehingga tidak tahu harus berkata apa, bahkan berulang kali matanya berkaca – kaca pertanda ingin menitikkan air mata bahagia.

Bahan Bakar Mobil Dari Sampah Plastik Hasil Inovasi Mahasiswa Indonesia

Kompetisi itu diberi nama Shell Ideas 360 dan mempersilahkan mahasiswa dari negara manapun untuk ikut berpartisipasi tanpa terkecuali. Thya mengajak dua teman sekampusnya yaitu Herman Amrullah serta Sholahudin Allayubi yang selaku pemilik dari situs daftar idn poker supaya mau menjadi sebuah tim yang akan mewakili negara Republik Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut.

Setelah berpikir keras untuk membuat konsep rancangan awal dan menentukan tema, akhirnya pilihan mereka pun jatuh kepada percobaan membuat mobil konsep. Bukan sembarangan mobil konsep, melainkan mereka menggunakan sumber dari limbah plastik sebagai bahan bakar utamanya, menjadikan ide ini sangat segar dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup para manusia pecinta judi online di situs http://www.scotland2008.org/ di masa depan.

Bahan Bakar Mobil Dari Sampah Menjuarai Shell Ideas 360 di London

Mereka menciptakan bahan bakar mobil dari sampah plastik bukan tanpa alasan, melainkan punya tekad untuk mengangkat isu penting mengenai pencemaran lingkungan. Sekedar informasi saja, Indonesia saat ini berada di posisi terbesar kedua setelah China dalam hal populasi limbah plastik sehingga tentu saja hal tersebut jadi sebuah aib memalukan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketiga mahasiswa ini menyatakan prihatin karena memiliki empati besar khususnya pada kepedulian lingkungan di wilayah Republik Indonesia tercinta. Mengetahui bahwa sampah plastik kini telah menggunung dan menyebabkan masalah besar, mereka segera mengadakan penelitian dan berusaha mencari tahu apakah memungkinkan untuk mendaur ulang sampah plastik tersebut ke dalam bentuk lain.

Alhasil ketiga mahasiswa tersebut yang dikenal hobi bermain judi di Ibcbet berhasil menciptakan sebuah terobosan baru dari bahan dasar sampah.

Bahan Bakar Mobil Dari Sampah Menjuarai Shell Ideas 360 di London

Sebetulnya tindakan mengolah sampah menjadi sumber energi bukanlah menjadi sebuah hal mengagetkan, karena ini sudah sering terjadi sebelumnya. Jika hanya itu, mayoritas peserta dari negara maju pun juga memiliki ide serupa atau bahkan lebih proper daripada penampilan mobil konsep ciptaan mahasiswa UGM yang sama sekali terlihat tidak menarik.

Selama ini upaya melakukan konversi limbah seringkali menggunakan bantuan dari gas alam cair alias LPG agar bisa membakar sampah tersebut. Dengan demikian, meskipun sampah berkurang namun akan menimbulkan masalah baru yaitu habisnya cadangan sumber energi tidak terbarukan yang juga menjadi salah satu isu terbesar mengenai eksploitasi lingkungan.

Dua Kilogram Plastik Setara Dua liter BBM

Hasil penelitian tentang bahan bakar mobil dari sampah plastik akhirnya mulai membuahkan hasil, sehingga para pemuda calon pemimpin Indonesia di masa depan ini pun semakin percaya diri. Terungkap sudah bahwasanya suhu knalpot mobil ciptaan mereka sanggup menembus angka 400 derajat Celcius, sehingga memungkinkan untuk terjadinya pembakaran terhadap sampah plastik yang mereka kumpulkan.

Belum selesai sampai situ, mesin utama mobil juga dilengkapi teknologi khusus agar mampu menyerap gas karbon dioksida yang muncul dari hasil pembakaran knalpot buangannya. Dengan kata lain, mobil konsep ciptaan mereka bukan hanya membantu pengurangan membludaknya sampah plastik, melainkan juga ramah lingkungan karena tidak mengotori udara saat berkendara di jalan raya.

Bahan Bakar Mobil Dari Sampah Plastik Dua Kilogram Setara Dua liter Bahan Bakar Minyak

Berbeda jauh dengan rakyat Indonesia yang hingga detik ini masih berkutat pada hal sepele seperti kekeliruan mengenai teknik akselerasi transmisi matik yang selama ini salah kaprah. Sementara generasi muda alias kaum milenial justru sedang sibuk mengharumkan nama Ibu Pertiwi di kancah internasional, bersaing ketat memperebutkan juara satu dengan Uni Emirat Arab, Prancis, America Serikat, hingga Australia.

Bukan hanya bahagia karena berhasil jadi juara, mahasiswa UGM tersebut juga menyatakan bahwa sama sekali tidak menduga mampu keluar dengan nilai tertinggi. Padahal, saingannya pun sangat kompeten karena contohnya berasal dari University Texas asal Amerika yang memiliki predikat tinggi serta diakui di mancanegara.